Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara, disingkat WALHI Sumut adalah merupakan forum kelompok Organisai Masyarakat Sipil (OMS) yang terdiri dari organisasi non-pemerintah/Non Government (Ornop/NGO), Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang didirikan sebagai reaksi dan keprihatinan atas ketidakadilan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan sumber-sumber kehidupan, sebagai akibat dari paradigma dan proses pembangunan yang tidak memihak keberlanjutan dan keadilan.

Sadar akan kerusakan lingkungan hidup yang semakin masif dan kompleks baik di pedesaan maupun di perkotaan, serta memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka yang turut mempengaruhi dinamika sosial, politik dan ekonomi masyarakat. Ditambah lagi buramnya pertanggung-gugatan atas kerusakan lingkungan hidup kian sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Pada tahun 1993, oleh beberapa Organisassi Non Pemerintah (ORNOP/NGO), Kelompok Pecinta Alam (KPA) seperti Perkumpulan Kelompok Pelita Sejahtera (KPS), Yayasan Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Yayasan BINA INSANI, Yayasan BITRA Indonesia, LBH Medan, dan beberapa individu dibentuklah Forum Daerah (FORDA) WALHI di Sumatera Utara. Kemudian pada tahun 1995 terbentuklah Eksekutif Daerah WALHI Sumut dengan menunjuk Efendi Panjaitan,SE sebagai Direktur Eksekutif untuk pertama sekalinya. Lalu secara periodik WALHI Sumut kemudian dimotori oleh: Efendi Panjaitan,SE (1995-1996; 1996-1999; 1999-2002), Herwin Nasution,SH (2002-2005), Job Rahmat Purba (2005-2008), Syahrul Isman Manik (2008-2012),Kusnadi,ST,MMT (2012-2016), dan Dana Prima Tarigan, S.Sos (2016-2020).