Medan – WALHI Sumatera Utara menggelar konferensi pers di salah satu café di Jalan Wahid Hasyim Medan pada 4 februari 2018. Konferensi pers ini terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dan pencatutan nama ahli dalam dokumen AMDAL Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru oleh PT. North Sumatera Hydro Energy . Konferensi pers dihadiri oleh Onrizal, Ph.D yang merasa tanda tangannya dipalsukan dan namanya dicatut dalam dokumen AMDAL tersebut.

Dalam keterangannya Onrizal menyampaikan bahwa sejak tahun 2014 diterbitkannya dokumen AMDAL tersebut dia tidak pernah terlibat lagi dalam penyusunan AMDAL baru.

“Saya ikut dalam tim penyusun AMDAL tahun 2013 yang terbit tahun 2014. Namun sejak saat itu saya tidak pernah lagi terlibat dalam penyusunan adendum ini”. Kata Onrizal yang merupakan Doktor Ilmu Kehutanan di USU

Saat ini Onrizal didampingi kuasa hukum WALHI Sumatera Utara telah membuat laporan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan pencatutan nama ahli.

Kuasa hukum WALHI Sumatera Utara Padian Adi Selamat Siregar, SH, MH menyampaikan bahwa dokumen AMDAL ini cacat hukum. Dokumen AMDAL dibuat tidak seccara teliti dan serius. Sebab jika dibuat secara teliti dan serius maka permasalahan seperti ini tidak terjadi.

“AMDAL ini kan penyusunnya semua orang-orang ahli. Kemudian ada sidang komisi AMDAL bersama pemerintah. Kenapa bisa terbit dokumen yang cacat hukum ini ?” Ujar Padian yang juga Sekretaris LAPK

“Gubernur harusnya bertanggung jawab terhadap kasus ini. Sebab ini menyangkut akuntabiltas dan transparansi lembaga pemerintah dalam penerbitan dokumen-dokumen penting seperti AMDAL dan Ijin Lingkungan” Tambah Padian

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumatera Utara Dana Tarigan dalam keterangannya melalui telfon seluler menyampaikan bahwa, WALHI Sumatera Utara mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengusut tuntas permasalahan ini.

“Iya WALHI Sumatera Utara meminta kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara untuk mengusut tuntas dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tanda tangan ini”