PTUN Medan, 26/11/2018 – Sidang lanjutan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) terhadap Gubernur Sumatera Utara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan digelar pada 26 November 2018. Sidang dengan Nomor Register 110/G/LH/2018/PTUN-MDN dihadiri oleh Koordinator Kuasa Hukum WALHI Golfrid Siregar, SH beserta 8 rekan kuasa hukum lainnya. Sementara dari pihak tergugat dihadiri oleh Tulus Parluhutan Naibaho, SH selaku kuasa hukum tergugat.

Memasuki sidang kesepuluh, WALHI menghadirkan saksi fakta yang berasal dari masyakarat di 4 desa sekitar lokasi proyek PLTA Batang Toru. Saksi fakta yang hadir dalam persidangan ini adalah 7 orang dengan 5 orang mewakili untuk berbicara selama masa persidangan. Saksi fakta ini merupakan warga yang mengalami dampak langsung dari adanya pembangunan proyek tersebut.

Dalam keterangannya, saksi fakta menyampaikan bahwa sebagai masyarakat di sekitar lokasi proyek dia tidak pernah mendengar atau mengetahui adanya sosialisasi terkait rencana pembangunan proyek. Dia sebagai masyakarat tidak pernah dilibatkan dalam konsultasi AMDAL/ANDAL proyek yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan untuk informasi proyek PLTA Batang Toru dia hanya mendengar dari orang ke orang.

Saksi fakta lainnya menyebutkan bahwa saat ini terdapat perubahan alam seperti banjir yang menerjang desa dan perkebunan atau pertanian mereka. Sebelumnya, meskipun banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi debit air tidak setinggi yang sekarang. “Banjir pada tahun 2014-2016 itu tidak seperti sekarang tinggi debit airnya, bahkan banjir juga membawa kayu-kayu besar yang menghantam ladang saya” Ungkap salah satu saksi

Saksi fakta lain juga menambahkan bahwa sejak dimulainya pembangunan proyek dia merasakan gempa-gempa kecil yang diduga disebabkan oleh ledakan-ledakan bom di lokasi proyek. “Saya sering merasakan gempa-gempa kecil, paling sedikit seminggu sekali ada gempa lah” Tambah seorang saksi.

Ditemui setelah persidangan, Kuasa Hukum WALHI Golfrid Siregar didampingi rekan kuasa hukum lainnya menyampaikan bahwa sidang kesepuluh ini merupakan sidang yang paling dinantikan. “Kita menantikan sidang ini sejak kemarin-kemarin, karena kita bisa menghadirkan saksi fakta yang bisa memberikan keterangannya untuk dalil gugatan kita”. Ungkap Golfrid

Selain menghadirkan saksi fakta, sidang ini juga melengkapi bukti-bukti tambahan untuk menguatkan gugatan WALHI. “ya kita juga menambah data-data dan dokumen ke majelis hakim untuk kelengkapan bukti-bukti objek perkara kita” Tambah Golfrid