Senin 17 September 2018 Walhi Sumut melalui Kuasa Hukum Tim Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia sidang Pembacaan Pokok perkara Gugatan Walhi-Sumut dan Pembacaan Jawaban dari pihak tergugat Gubernur Sumatera Utara melalui Biro Hukum Pemprovsu. Sidang pembacaan Pokok perkara yang di pimpin oleh Hakim yang memiliki sertifikasi Lingkungan Hidup, karna gugatan walhi-sumut khusus Lingkungan Hidup dengan Kode LH.

Sidang yang dihadiri oleh Tim  Kuasa Hukum Advokasi Lingkungan Hidup Walhi : Golfrid Siregar, SH, Sahat Hutagalung, SH, M.Hum, Surya Adinata, SH. Mkn. Yopi Mariadi, SH. Joice Novelin Ranapida, SH. Padian adi Siregar, SH. Jefrianto Sihotangang, SH.  Roy Marsen Simarmata, SH

Dalam pembacaan Gugatan Tim Kuasa Hukum Advokasi Lingkungan Hidup yang dalam pokonya secara garis besarnya membacakan :

  1. Bahwa keputusan Tata usaha negara yang digugat bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan
  2. Bahwa Keputusan Tata usaha negara bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik
  3. Potensi Kerusakan lingkungan hidup akan terbitnya Objek Gugatan

Dan dalam pembacaan jawaban dari tergugat yang pada pokonya :

  1. Tentang Gugatan Penggugat Kabur dan tidak jelas
  2. Kepentingan pengugat tidak ada yang dirugikan tergugat
  3. Tentang Gugatan melebihi tenggang waktu yang ditentukan

Dan dalam sidang Tim Advokasi Lingkungan Hidup akan mengajukan Replik secara tertulis  pada sidang berikutnya.

Dalam persidangan berlangsung  Hakim sempat mengingatkan Kuasa Hukum Tergugat Gubernur Sumatera Utara bahwa Gugatan Walhi-Sumut merupakan Gugatan  khusus dengan kode LH (Lingkungan Hidup) supaya kita dapat memahami bersama Tegas Hakim PTUN.

perlu kita sampaikan Walhi merupakan Lembaga Lingkungan Hidup yang memiliki Legal Standing Hukum mengatas Namakan Lingkungan Hidup dapat mewakili lingkungan Hidup dalam Gugatan.  Menurut Golfrid Siregar Manager Hukum Walhi-Sumut. Menegaskan bahwa gugatan ini adalah gugatan lingkungan hidup sehingga walhi Sumatera Utara mempunyai kepentingan atas objek sengketa. Dalam legal Standing Walhi bisa mewakili Satwa, Mewakili Sungai, Mewakili Hutan, mengatasnamakan Lingkungan Hidup. Sehingga jawaban yang diberikan tergugat terkait dengan kepentingan tergugat tidak ada yang dirugikan adalah Ngaur atau Kabur.